Menu
0 Comments

wedding

Wedding atau dalam bahasa indonesianya Pernikahan adalah upacara pengikatan janji antara dua mempelai pria dan wanita nikah yang dirayakan atau dilaksanakan dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Upacara pernikahan ini memiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial. Penggunaan adat atau aturan tertentu biasanya berkaitan dengan aturan atau hukum agama yang berlaku pula.
Pengesahan pernikahan secara hukum adalah suatu pernikahan biasanya terjadi pada saat dokumen tertulis yang ditandai dengan tanda tangan kedua mempelai. Upacara pernikahan sendiri biasanya merupakan acara yang dilangsungkan untuk melakukan upacara berdasarkan adat-istiadat yang berlaku di setiap daerah, dan kesempatan untuk merayakannya bersama teman dan keluarga.

pernikahan biasanya memakai adat masing-masing mempelai namun paling banyak di indonesia memakai adat jawa mulai dari lamaran, kemudian memasang tarub, lalu nyantri,siraman, midodareni,kemudian ijab. adat di sunda juga hampir sama, Pernikahan adat Sunda saat ini lebih disederhanakan, sebagai akibat percampuran dengan ketentuan syariat Islam dan nilai-nilai “keparaktisan” dimana “sang penganten” ingin lebih sederhana dan tidak bertele-tele.

Adat yang dilakukan antara lain : acara pengajian, siraman (sehari sebelumnya, acara “seren sumeren” calon pengantin. Kemudian acara yang selanjutnya adalah sungkeman, “nincak endog (nginjak telor), “meuleum harupat”( membakar lidi tujuh buah), “meupeuskeun kendi” (memecahkan kendi, sawer), “kanjut kunang” (melepaskan pundi-pundi yang berisi uang logam). sedangkan pernikahan adat di batak Pada dasarnya, mengandung nilai sakral. Dikatakan sakral karena dalam pemahaman perkawinan adat Batak, bermakna pengorbanan bagi parboru (pihak penganten perempuan) karena ia “berkorban” memberikan satu nyawa manusia yang hidup yaitu anak perempuannya kepada orang lain pihak paranak (pihak penganten pria) yang menjadi besarnya nanti, sehingga pihak pria juga harus menghargainya dengan mengorbankan/ mempersembahkan satu nyawa juga yaitu menyembelih seekor hewan (sapi atau kerbau), yang kemudian menjadi santapan (makanan adat)  adat perkawinan.

Didalam pernikahan ada rukun nikah:

1. pengantin laki- laki.

pengantin laki-laki adalah  salah satu calon mempelai pria yang akan dinikahkan.

2. Pengantin perempuan

3. wali

4.dau saksi laki-laki

5. mahar

6. ijab dan kabul(akad nikah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LIVE Chatagência de marketing digital especializada em estratégias e resultados